Strategi Penjualan Marketing

Seorang marketing yang handal dapat memperkirakan strategi penjualan apa yang akan diterapkan. Hal ini sangat penting mengingat strategi penjualan sangat berpengaruh pada laku atau tidaknya produk yang kita jual. Pemilihan strategi penjualan-pun tidak bisa sembarangan, tergantung pada kondisi lingkungan pemasaran dan jenis produk yang ditawarkan. Berikut adalah jenis-jenis strategi penjualan yang dapat diterapkan dalam menawarkanproduk :

10 Stategi /Metode Penjualan

Sale Sales Selling Finance Revenue Money Income Payment Concept

a. Stategi Penjualan dengan metode DEMO

Strategi penjualan dengan mmetode demo dilakukan dengan cara mengunjungi rumah-rumah, pertokoan, atau keramaian, dimana maarketing yang terjun biasanya terdiri dari tim yang terdiri dari dua orang. Setiap tim menyebar sambil membawa contoh produk, brosur, ataupun souvenir. Sambil mendatangi rumah-rumah penduduk, marketing memamerkan produk yang mereka tawarkan, sambil menjelaskan tata cara dan manfaat yang didapat apabila menggunakan produk mereka.

b. Strategi Penjualan dengan metode INCLUDING

Penjualan dengan teknik including tidak sepenuhnya untuk meningkatkan omset, namun biasanya untuk mengembangkan nilai-nilai promosi yang ditawarkan, atau memperkenal produk baru. Ketika pelanggan membeli suatu produk dalam jumlah nominal rupiah atau jumlah barang tertentu, pelanggan akan mendapatkan hak untuk membeli produk lain dengan kondisi setengah harga dari harga normal. Metode penjualan ini biasanya juga dilakukan untuk menjual produk-produk yang kurang laku di pasaran. Misal : Dengan pembelian produk X minimal Rp. 50.000, pelanggan dapat membeli produk Z dengan diskon 50%.

c. Teknik Penjualan dengan metode JARINGAN

Penjualan dengan metode jaringan atau akhir-akhir ini yang sedang trend disebut dengan Multi-Level Marketing (MLM). Penjualan dengan metode sangat mengandalkan jaringan. Sehingga jika jaringan yang dibinanya tidak
berkembang, kinerjanya-pun akan menjadi kurang berhasil. Metode ini membutuhkan dorongan motivasi dari upline yang berada di atasnya, dan kemampuan mengelola downline yang berada di bawahnya.

d. Teknik Penjualan dengan metode KEKUASAAN

Menjual dengan metode kekuasaan dapat diterapkan dengan cara mendekati orang yang sangat berpengaruh dan memegang kendali di wilayah atau bidang tertentu, kemudian kita meminta bantuan mereka untuk menggunakan produk yang kita tawarkan, serta memperkenalkan produk tersebut kepada relasi mereka. Untuk menjalankan metode ini diperlukan kedekatan khusus antara pihak marketing dengan pihak yang berkuasa. Metode kekuasaan ini akan berjalan jika kita dapat memenuhi harapan dan kepuasan mereka dan dapat membuktikan bahwa produk kita benar-benar layak dikonsumsi secara umum.

e. Strategi Pemasaran dengan metode KERJA SAMA

Penjualan dengan metode kerja sama dilakukan oleh marketing dan mitra pelanggan. Dalam hal ini marketing menyerahkan produknya untuk dijual oleh mitra pelanggan. Marketing hanya berhubungan dengan mitra pelanggan dan tidak bisa menjual langsung kepada pelanggan. Hubungan ini menitik beratkan kepercayaan antara pihak marketing dengan pihak mitra pelanggan yang menjualkan barang.

f. Penjualan dengan metode KOMUNITAS

Penjualan dengan metode ini memiliki akses yang sangat terbatas, karena ruang gerak kita hanya terbatas pada satu komunitas tersebut. Namun kita bisa menawarkan produk secara langsung kepada masing-masing anggota komunitas. Atau kalau misalkan salah satu anggota komunitas telah membeli produk kita, maka kemungkinan besar dia akan bercerita kepada anggota lain. Yang perlu diperhatikan adalah kita harus jeli dalam memilih komunitas yang akan kita masuki. Usahakan komunitas tersebut ada hubungannya dengan produk yang kita tawarkan. Misal: Anda sebagai marketing sebuah bank yang menawarkan kredit usaha rakyat, maka Anda bisa menawarkan produk Anda tersebut di komunitas pengusaha kecil dan menengah.

g. Penjualan dengan metode PAMERAN

Metode penjualan ini adalah dengan cara memamerkan produk yang kita jual di area keramaian (mall, pertokoan, bazar), dengan tujuan calon pelanggan dapat melihat langsung produk yang kita tawarkn dan tertarik untuk membelinya. Penjualan dengan metode pameran ini memerlukan stamina yang kuat secara kelincahan dan kejelian dalam menawarkan produk. Bahkan untuk pelaksanaan pameran, perusahaan harus mengeluarkan biaya operasional yang cukup besar untuk menyewa tempat yang ukurannya terbatas, dan terkadang hasil yang didapat juga tidak seberapa jika dibandingkan dengan biaya operasional yang telah dikeluarkan.

h. Strategi Penjualan dengan metode PROMO

Penjualan dengan metode promo dilakukan dengan memberikan hadiah atas setiap pembelian pelanggan. Belakangan ini metode ini sangat diminati karena pelanggan mendapat keuntungan lain yaitu hadiah yang diberikan. Metode promo dengan mengandalkan hadiah ini dapat dilakukan dengan tiga cara, yaitu : penjualan dengan hadiah langsung, penjualan dengan hadiah undian, dan penjualan dengan hadiah kejutan.

i. Penjualan dengan metode RANDOM

Penjualan dengan metode random ini dimana pada saat melakukan penjualan, marketing tidak punya persiapan telebih dahulu untuk membuat perjanjian atau pertemuan. Selain itu juga tidak ada data pelanggan ataupun pemetaan lapangan. Penjualan dengan metode ini hanya membutuhkan kesiapan karena transaksi penjualan bisa terjadi dimana saja pada saat mengunjungi sebuah tempat secara acak. Pemilihan data pelanggan dilakukan secara acak dan tidak ada kriteria tertentu. 

j. Teknik Penjualan dengan metode RANTAI

Penjualan dengan metode ini dengan cara menawarkan produk pada pihak tertentu, kemudian di akhir pembicaraan marketing meminta beberapa nama yang bisa direkomendasikan untuk ditawari produk tersebut. Tujuan utama dari metode ini adalah untuk menambah database pelanggan yang nantinya akan dihampiri dan ditawari produk. Pihak pertama tidak akan ragu untuk merekomendasikan nama-nama baru jika dia merasa puas dengan pelayanan kita sebagai marketing, atau jika dinilainya produk kita bagus dan layak jika ditawarkan kepada pihak lain.

 

Share this: